Pertanyaan #2

  • You :

    "Bolehkah aku bertanya?"

  • Me :

    "Tentu saja." (melengos)

  • You :

    "Tunggu! Jangan dulu pergi. Aku belum bertanya."

  • Me :

    "Aku kira tadi pertanyaan."

Inspiring Books

  • Me :

    “Tiada satu buku pun yang benar-benar enggan kubaca. Ingin sekali aku membaca semua yang kutemu."

  • You :

    "Tidakkah kau punya standar kualitas?"

  • Me :

    "Ketika seseorang mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah, dia tak pernah risih disodori apa pun melainkan tersenyum lalu memilahnya, menyuling sari-sarinya dalam kepala. Aku yakin, dari kitab suci hingga resep masakan terdapat pelajaran berharga.”

  • You :

    “Bagaimana dengan majalah porno?”

  • Me :

    “Siapa yang tak suka membacanya? Semua orang dewasa suka. Begitu pun aku.”

  • You :

    “Iya sih. Lalu pelajaran apa yang dapat kauambil dari sana?”

  • Me :

    “Betapa kenikmatan di dunia hanyalah sesaat.”

Pertanyaan

  • You :

    "Kenapa kau selalu menjawab pertanyaan dengan pertanyaan?"

  • Me :

    "Apa iya?"

Punya percaya diri yang tinggi itu perlu, tapi jika tidak disertai dengan sikap yang baik, yang muncul adalah kesombongan.

ardisaz
HA HA HAkinankawuryan:

Efek Kausa Prima
Serasa self-conversation ._.

HA HA HA

kinankawuryan
:

Efek Kausa Prima

Serasa self-conversation ._.

Mirror!

“Tak dinyana hatimu tahta raja,” kubilang suatu kali. Dan raut itu masih berbunga sampai kubilang lagi, “Tidakkah Fir’aun merasa bosan karena duduk terus di sana?”
“Hei! Mengapa kau samakan aku dengan Fir’aun?” serta merta kau menyalak.
Santai aku berujar, “Cerminmu terpasang di wajah-wajah orang yang kauanggap patut dibenci. Saat kau ingin meludah saking bencinya pada seseorang, bisa jadi kau sedang membenci diri sendiri.”

Pertemuan

  • David:

    Kar, kenapa rokmu tembus pandang?

  • Kartini:

    Masa iya? Oh. Mungkin karena yang memandang mata keranjang.

How Amazing Words

Tadi pagi, seseorang yang masih mabuk dalam mimpinya, bertanya padaku tentang kata-kata. Kubilang, “Kata-kata itu seperti mata pisau. Berkilau sehabis diasah. Terpukaulah sesiapa yang menatapnya. Betapa. Namun hati-hati, ia bisa begitu tajam dan menusuk. Kadangkala mencelakai kalau kau sembarangan menghunus ke entah. Nah, seandainya kau punya sedikit saja keterampilan, kau bisa mengupas buah-buah manis dari pohon hayat dengan lelancip mata pisau lantas menghidangkannya di atas meja sebagai santapan bersama.”

Panglima Perang

Silakan bicara sepuas-puasnya atas nama keteguhan pendirian yang kaupetik dari cuaca medan perang. Abaikan deras hujan yang menyerbu seperti tangan-tangan nakal. Serang kilatan pedang lidah-lidah musuh apabila mereka enggan bersarang dalam sarung. Tapi aku mohon, sebagai tawanan terbelenggu aku mohon dengan sangat: copot kepalamu sebentar, lalu jatuhkan! Oh oh.. jangan cemas, Panglima. Aku percaya kepalamu tidak mungkin sampai retak atau pecah atau tinggal serpihan. Segera periksa permukaan bumi untuk memungutnya kembali. Kau bisa mengukur sendiri seberapa keras kepalamu itu.

gnumblr:

wave.gif

Nirmana bergerak! Haha.

gnumblr:

wave.gif

Nirmana bergerak! Haha.